Panduan Vtube Aplikasi Penghasil Uang Terbaru

Aplikasi Vtube Panduan Penghasil Uang Terbaru adalah panduan untuk menghasilkan uang dari aplikasi Vtube. Dengan mengikuti pentunjuk yang ada kita bisa menghasilkan pundi-pundi rupaih yangbtentunya dengan syarat dan ketentuan berlaku. Aplikasi ini saat ini sedang hangat dipakai para kawula muda.

Gambar Screenshot

Amanda Manopo Tanpa Batas Waktu Mp3

“Ini rahasianya bisa karokean dengan lancar”

Yuk download segera aplikasi Lirik Lagu Tanpa Batas Waktu Amanda Manopo karena aplikasi ini gratis cuma di sini.

Aplikasi pemutar musik dan Lirik Lagu Tanpa Batas Waktu Amanda Manopo merupakan aplikasi yang isinya lirik dan lagu tanpa batas waktu yang dibawakan oleh Amanda Manoppo tipe file yang ada di dalamnya yaitu mp3 dan aplikasi ini dapat didownload secara gratis juga dapat diputar secara offline.

Untuk menambahkan hiburan yang lebih asyik, kami tambahkan juga lirik teks lagu dj tanpa batas waktu yang merupakan ost sinetron Ikatan Cinta. Sedikit info tentang sinetron Ikatan Cinta, sinetron Indonesia buatan MNC Pictures yang sedang digemari penikmat televisi di layar kaca RCTI. Sinetron ini dibintangi oleh aktris cantik Amanda Manopo sebagai Andin dan artis keren Arya Saloka sebagai Mas Al yang juga sebagai Bintang Utama dalam sinetron ini.

OST Ikatan Cinta dengan Judul Lagu Tanpa Batas Waktu aslinya yang dibawakan Ade Govinda Feat Fadli sukses menyedot perhatian publik. Terutama pecinta sinetron Ikatan Cinta RCTI, dimana lagu tersebut dijadikan soundtreck. Video lagu Tanpa Batas Waktu sudah ditonton lebih dari 13 juta kali. Banyak juga cover lagu ini dengan nuansa berbeda seperti koplo, dangdut, karaoke, remix dan piano dengan mb kecil maupun besar, namun versi cover yang dinyanyikkan Amanda Manopo bahkan telah dilihat lebih dari 14 juta kali. Gokil ya.

Fitur Aplikasi tanpa batas waktu ade govinda offline :
– bisa diputar secara offline
– mb kecil
– Aplikasi Ringan
– Suara Jernih
– Tersedia mode repeat / pause / shuffle (acak)
– Otomatis putar ulang lagu
– Play All
– Share ke Sosial Media
– Support untuk semua Android

Silahkan download Lirik Lagu Tanpa Batas Waktu Amanda Manopo sekarang juga mumpung GRATIS.

Disclaimer:
Seluruh Hak Cipta lagu dan lirik pada isi aplikasi ini adalah sepenuhnya milik pencipta, label, musisi yang bersangkuran. Kami hanya mengumpulkan dari web publik kreatif yang tersedia bebas. Jika Anda merupakan pemegang hak cipta atas lagu yang ada di aplikasi ini, silahkan hubungi kami melalu email yang ada di bagian bawah, untuk bisa kami lakukan penyesuaian konten lagu. Mohon maaf apabila ada kesalahan dari kami.

BONUS:
tanpa batas waktu cover by amanda manopo

https://play-lh.googleusercontent.com/X09nnSXX42kExX6b8qBQaPOxQpyGSp2-D5r75gpLGgXxdgjhmmOtNW18ChoxSCSC4bo=w720-h310-rw

Cara Menyiapkan Diri Menjadi Guru Olahraga SD

Kegiatan olahraga merupakan salah satu kegiatan yang sangat menarik bagi beberapa orang. Khususnya bagi mereka yang ahli di bidang tersebut. Mengingat akan hal itu, tidak heran jika ada banyak orang yang ingin menjadi guru olahraga. Dalam hal ini memulai menjadi guru olahraga sendiri bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa hal yang harus dilakukan sebagai cara memulai menjadi guru olahraga.

Hal ini semakin cukup menantang lagi jika yang dimaksud adalah guru olahraga SD. Guru olahraga SD bahkan tidak hanya menuntut menguasai materi saja tetapi juga beberapa hal yang berhubungan dengan siswa. Lalu, bagaimana cara memulai menjadi guru olahraga SD dan apa saja persiapannya? Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahuinya.

Menempuh Pendidikan Di Bidang Olahraga

Hal pertama yang harus dilakukan ketika Anda akan menjadi seorang guru olahraga tentu saja adalah untuk mempelajari berbagai hal yang berhubungan dengannya terlebih dahulu. Hal ini bisa dilakukan dengan menempuh pendidikan di bidang olahraga sehingga akan memudahkan Anda untuk bisa mendaftar ke salah satu instansi sekolah SD.

Untuk menyelesaikan pendidikan ini seorang guru olahraga harus berjuang sehingga bisa menguasai berbagai materi yang diberikan padanya. Tidak sampai di sana, nilai yang didapatkan pun harus di usahakan sebaik mungkin. Kedua aspek tersebut akan sangat membantu kelanjutan Anda sebagai guru olahraga nantinya sehingga jangan sampai di sia-siakan selama proses pendidikan.

Dengan memperhatikan materi dengan baik dan benar, kemampuan Anda akan terjamin dan predikat sebagai guru yang baik dan mumpuni sudah bisa didapatkan secara lebih mudah. Tanpa kemampuan yang bagus, akan sulit sebuah instansi mempercayakan murid-muridnya pada seorang guru. Sedangkan nilai yang bagus, nantinya akan sangat mendukung pertimbangan penerimaan sebagai bukti keberhasilan dalam bidang pendidikan sebagai guru olahraga.

Ketika sudah berhasil menyelesaikan pendidikan di bidang olahraga, pastikan segera mulai mempersiapkan diri lebih jauh untuk menjadi seorang guru yang handal dan bisa dipercaya. Seluruh kemampuan dan keahlian maupun materi yang sudah didapatkan selama di perguruan tinggi bisa ditularkan secara berkala pada setiap siswa di sekolah SD.

Mulai Belajar Beradaptasi Dengan Anak-Anak

Jika selama ini seseorang menghabiskan waktu di bangku sekolah tanpa bertemu dengan anak-anak melainkan hanya kawan-kawannya saja, berbeda saat menjadi guru nanti. Bahkan, untuk jenjang Sekolah Dasar ini semakin menantang lagi mengingat bahwa anak-anak yang ditemui masih sangat muda usianya sehingga perlu kebiasaan untuk berinteraksi dengan anak-anak.

Masalahnya adalah, tidak semua orang terbiasa berinteraksi atau bermain dengan ana-anak. Sedangkan ketika masuk instansi pendidikan tertentu, seorang guru tentu tidak dapat memilih akan mengajar kelas berapa. Jika kelas yang akan diajar adalah tingkatan paling bawah, maka sifat mereka lebih kekanak-kanakan lagi. Karena itulah, adaptasi sejak awal sangat penting.

Dengan mulai adaptasi dan pembiasaan dengan cara apa pun, maka saat dihadapkan pada situasi sedemikian rupa rasa terbiasa sudah muncul dengan sendirinya. Seorang guru akhirnya bisa lebih mudah dekat dengan murid-muridnya dan bisa memberikan berbagai aktivitas sesuai dengan yang diharapkan oleh para murid. Demikian juga dengan materi yang diajarkan, tentu akan lebih mudah di pahami.

Melihat akan beberapa alasan di atas, bisa dipahami bahwa membiasakan berinteraksi dengan anak-anak ini sangat penting dilakukan. Hal ini menjadi kabar baik bagi calon guru yang sudah terbiasa bermain atau beradaptasi dengan anak-anak baru. Hal itu akan sangat memudahkan karirnya sebagai pengajar dalam bidang olahraga ke depannya.

Berusaha Terbiasa Mengajar Dengan Permainan Yang Menghibur Para Peserta Didik

Ketika sudah bisa beradaptasi dengan baik bersama para peserta didik, di awal karir sebagai guru olahraga mungkin seseorang akan sedikit kesulitan. Hal ini mengingat bahwa anak-anak sulit untuk diajak serius dalam belajar mereka di bidang tersebut sekalipun. Kondisi tersebut menuntut seorang guru memiliki konsep pengajaran yang baik dan tepat sesuai yang mereka butuhkan dan pastinya mereka inginkan.

Salah satu yang sangat dekat dengan pengajaran terhadap anak-anak dalam bidang olahraga adalah bermain. Pelajaran olahraga adalah pelajaran paling mudah di Sekolah Dasar yang bisa diselipi permainan. Dengan kesempatan ini, maka seorang guru akan lebih mudah jika menerapkan permainan dalam setiap jam pelajaran sehingga bisa diterima dengan baik oleh para siswanya.

Namun demikian, untuk bisa memberikan suasana belajar sambil bermain dalam bidang olahraga, tentu lebih baik jika seseorang sudah terbiasa sebelumnya dengan hal tersebut. Jika belum terbiasa, maka membiasakan diri untuk bisa mengajar seperti ini sangat penting menjadi perhatian khusus sebelum mulai menjadi guru olahraga atau di awal tahun mengajar.

Untuk bisa menjadi guru olahraga SD yang baik, maka beberapa cara di atas bisa dilakukan sebelum mulai menempuh perjalanan dengan karir sebagai guru olahraga SD. Dengan persiapan yang baik dan matang akan memberikan hasil yang cemerlang juga.

Mengajar dengan Kegiatan bermain Tradisional yang Efektif

Harus dipahami bahwa setiap siswa bisa berkembang dalam hidupnya sebagian besar dipengarui oleh kegiatan bermain. Sampai-sampai, banyak orang yang tergila-gila dengan kegiatan bermain. Lihat saja, setiap pertandingan kegiatan bermain sepak bola, voli, balap karung, atau kegiatan bermain apa saja selalu banyak yang menonton. Hal itu membuktikan kalau kegiatan bermain memang digemari oleh banyak orang. Dalam hal ini pastinya, akan bisa memberikan efek yang luar biasa bagi perkembangan kejiwaan, kecerdasan, keterampilan, dan kesantunan siswa, apabila pendidik mengajar di kelas melalui kegiatan bermain.

Dalam kegiatan bermain, tidak hanya inti pelajaran saja yang dikembangkan, aspek kesantunan, kompetisi, kecepatan, dan keterampilan dapat diraih sekaligus. Pembelajaran melalui bermain akan membantu siswa mengurangi stres, dan mengembangkan rasa humornya. Bagi pendidik, kegiatan bermain merupakan kendaraan untuk belajar bagaimana belajar (learning how to learn) untuk kepentingan siswa. Lewat kegiatan bermain, siswa bertanya, meneliti lingkungan, belajar mengambil keputusan, berlatih peran sosial, dan secara umum memperkuat seluruh aspek kehidupan siswa sehingga membuat siswa menyadari kemampuan dan kelebihannya.

Pendidik harus teramat paham bahwa kegiatan bermain merupakan proses dinamis yang tidak menghambat siswa dalam proses belajar, sebaliknya justru menunjang proses belajarnya. Andaikata ada pendidik yang menolak terhadap aktivitas bermain siswa, justru dia menghambat kemampuan kreativitas siswa untuk mengenal dirinya sendiri sendiri serta lingkungan hidupnya. Hanya saja, proses pembelajaran melalui kegiatan bermain perlu diarahkan sesuai dengan kebutuhannya.

Dalam hal ini, seorang peserta didik yang lebih berkarakter individual sebaiknya tidak dibiarakan untuk terlalu sibuk dengan “solitary play”. Oleh sebab itu, para siswa harus diarahkan untuk lebih aktif dalam kegiatan bermain kelompok (social game). Para peserta didik yang lambat dalam belajarnya dapat diberikan berbagai jenis kegiatan bermain yang lebih terarah pada pemusatan perhatian seperti mengkonstruksi suatu benda tertentu. Siswa yang kurang mampu untuk mengekspresikan diri secara verbal dapat dibina untuk mengembangkan bakat kreatifnya melalui media misalnya menggambar.

Pentingnya Kegiatan bermain Tradisional Terhadap Pembelajaran Siswa

Bermain merupakan hal yang paling disukai siswa. Bagi mereka, bermain adalah tugasnya. Melalui bermain, banyak yang dipelajari siswa. Mulai dari belajar bersosialisasi, menahan emosi, atau belajar hal lain, yang semuanya diperoleh secara integrasi.

1.      Siswa belajar melalui berbuat/learning by doing

Dengan diberi kesempatan untuk selalu mencoba hal-hal baru, bereksplorasi, siswa akan banyak memperoleh pengalaman baru, dan inilah yang disebut proses belajar yang sebenarnya.

2.      Siswa belajar melalui panca indera

Siswa belajar melalui penglihatan, rasa, penciuman, perabaan, dan pendengaran. Semua panca indera ini merupakan jalur penerimaan informasi ke otak. Dalam sebuah pembelajaran, jika lebih banyak panca indera dilibatkan, semakin banyak informasi yang diterima, dan disinilah proses belajar terjadi.

3.      Siswa belajar melalui bahasa

Para peerta didik harusnya diberi kesempatan untuk mengemukakan perasaan, pengalaman yang diperoleh, atau pikirannya. Pendidik dapat memicu perkembangan bahasa siswa dengan memperlihatkan beraneka ragam tulisan di kelas. Contohnya adalah tulisan untuk setiap benda-benda yang ada, dan tanya jawab tentang apa saja.

4.      Siswa belajar dengan bergerak

Usia siswa merupakan usia yang mempunyai keterbatasan dalam berkonsentrasi. Semakin lama siswa duduk dan diam, semakin bosan dan tidak tertarik terhadap apa yang sedang dipelajari. Siswa perlu dimotivasi dengan menggerakkan seluruh bagian tubuh, seperti tangan, kaki, badan, dan kepala. Namun pendidik juga selayaknya membimbing siswa dalam mengekspresikan imajinasi serta fantasinya ke dalam bentuk gambaran yang konkret dan tidak membiarkan siswa berfantasi tanpa arah yang jelas karena dapat mengakibatkan konfabulasi dalam proses berpikir siswa.

Macam-Macam Kegiatan bermain Tradisional untuk Pembelajaran Siswa

1.      Bola Beranting Diatas Kepala

Tujuan : Meningkatkan koordinasi tangan

Cara bermain

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok menghadap satu arah. Siswa yang didepan memegang bola, pendidik membunyikan peluit, bola yang didepan diberikan ke belakang melewati atas kepala. Siswa yang berada dibelakang segera memberikan bola kedepan barisan. Dan seterusnya

2.      Kegiatan bermain Lari Bolak Balik Sambil Memindakan Benda

Cara bermain

Para pemain diatur dan dibagi menjadi 4 baris berbanjar, kemudian pemain yang berada dibarisan paling depan berlari mengambil balok kemudian lari dan ditempatkan didekat garis awal. Setelah balok diletakkan siswa no.2 berlari mengambil balok lagi dan seterusnya. Dalam permainan ini pemenangnya ialah kelompok barisan yang paling banyak memindahkan balok tersebut.

3.      Kegiatan bermain Bola Beranting Berputar

Tujuannya : Melatih koordinasi dan kelenturan

Cara bermain

Para pemainnya dibagi menjadi beberapa kelompok. kemudian pemain yang terdepan memegang bola, pendidik memberi aba-aba. Siswa melempar bola dengan kedua tangannya kea rah siswa di belakangnya. Para pemain yang berhasil memegang bola dengan semua tangan, harus melakukan putaran 90 derajat dan melemparkan bola kebelakang sampai bola tersebut ditangkap dan berakhir pada siswa yang berada pada barisan terakhir

4.      Bermain Lomba Bola

Tujuan : Mengebagkan kemampuan menangkap dan melempar bola

Cara bermain

Dalam permainan ini para siswa harus diatus grupnya menjadi beberapa grup sesuai dengan jumlah bola yang dimainkan, pendidik member aba-aba kelompok 1 melemparkan bola ke kelompok lain dan melemparkannya lagi ke kelompok lain dan seterusnya secara berurutan. Sehingga bola kembali ke tempat semula. Siswa yang tidak dapat menangkap bola keluar dan harus mengembalikan bola ketempat semula.

5.      Kegiatan bermain Lomba Balok Berdiri

Tujuan : Mengembangkan kecepatan berlari, ketelitian dan kerjasama.

Permainan ini dilakukan dngan membuat garis 1 dan 2 diluar garis tempat menyimpan balok, kemudian siswa dibagi menjadi beberapa regu serta membentuk posisi berjajar di belakang garis 1. Pendidik membunyikan peluit, siswa yang lari lewat sebelah kanan barian menuju garis 2 mengambil balok. Kemudian pemain ke garis A untuk mendirikan balok dibelakang garis ditempat yang ditentukan.

6.      Kegiatan bermain Tempat Berputar Dalam Tali

Tujuan : Melatih keterampilan melompat dan koordinasi

Cara bermain

Tali diberi ujung yang ringan berupa kantong plastik. Siswa berbaris mbentuk lingkaran. Pendidik berada ditengan lingkaran sambil memegang salah satu ujung tali. Ketika permainan sudah dimulai maka siswa harus melompat tali yang setinggi lutut, siswa yang kakinya tersangkut pada tali harus keluar dari kegiatan bermain. Pemenangnya adalah siswa yang masih dapat melompat tali tersebut.

7.      Kegiatan bermain Berlomba Estafet

Tujuan : Melatih ketangkasan

Cara bermain

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan membentuk barisan. Pemain pertama memberikan tongkat pada siswa kedua dan seterusnya, pemenangnya adalah kelompok yang paling cepat memberikan tongkat pada siswa tang terakhir dalam barisan.

8.      Estafet Dengan Batu

Tujuan : Melatih kecepatan dan sikap kerjasama

Cara bermain

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan membentuk barisan. Jadi, pada waktu permainan sudah dimulai, para pemain yang posisinya berada didepan barisan berlari secepatnya menuju garis balik dengan mengambil batu yang ada di belakang garis dan kembali membawa batu kegaris semula serta meletakan ditempat yang sudah disediakan, para pelari berikutnya yang ada dibelakang garis segera berlari secepatnya seperti pelari 1.

Berbagai Jenis Permainan Tradisional untuk Pendidikan

Dalam hal ini, kegiatan bermain pada zaman dahulu merupakan salah satu bentuk folklore yang berupa  yang beredar secara lisan di antara anggota kolektif tertentu, berbentuk tradisional  dan diwarisi turun temurun, serta banyak mempunyai variasi.  Jadi, aktivitas dalam bermain pada zaman dahulu umumnya dikenalkan dan disebarkan dari satu orang ke orang lain dan kadangkadang mengalami perubahan nama atau  bentuk meskipun dasarnya sama. Jadi, jika hal ini dilihat dari dasarnya, maka permainan tradisional tidak lain adalah kegiatan yang  diatur oleh suatu peraturan permainan  yang merupakan pewarisan dari generasi  terdahulu yang dilakukan manusia (siswa-siswa) dengan tujuan mendapat  kegembiraan. 

Permainan  tradisional siswa merupakan unsur  kebudayaan, karena mampu memberi pengaruh terhadap perkembangan kejiwaan,  sifat, dan kehidupan sosial siswa. Permainan tradisional siswa ini juga dianggap  sebagai salah satu unsur kebudayaan  yang memberi ciri khas pada suatu kebudayaan tertentu. Maka dari itu,  kegiatan bermain pada zaman dahulu merupakan aset budaya, yaitu modal untuk suatu masyarakat untuk mempertahankan eksistensi dan identitasnya di tengah masyarakat lain. Kegiatan bermain pada zaman dahulu bisa bertahan atau dipertahankan karena pada umumnya mengandung unsur-unsur budaya  dan nilai-nilai moral yang tinggi, seperti: kejujuran, kecakapan, solidaritas, kesatuan dan persatuan, keterampilan dan keberanian.

Bahkan bisa juga disebut sebagai kegiatan bermain pada zaman dahulu yang bisa dijadikan salah satu alat pembinaan nilai budaya pembangunan kebudayaan nasional Indonesia. Dengan adanya kegiatan bermain zaman dahulu, maka semakin hari semakin tergeser dengan adanya permainan modern, seperti video game dan virtual game lainnya. Dengan munculnya berbagai kecanggihan dari teknologi pada permainan, di satu pihak mungkin dapat menstimulasi perkembangan kognitif siswa, namun di sisi lain, permainan ini dapat mengkerdilkan potensi siswa untuk berkembang pada aspek lain, dan mungkin tidak disadari hal tersebut justru menggiring siswa untuk mengasingkan diri dari  lingkungannya, bahkan cenderung bertindak kekerasan.

Berbagai Jenis Permainan Tradisional untuk Pendidikan

1.      Permainan Menjala Ikan

kegiatan bermain pada zaman dahulu ini selain bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan gerak siswa-siswa juga untuk menyalurkan hasrat bergerak dan menciptakan suasan kesenangan dan kegembiraan untuk siswa-siswa.

2.      Permainan Kucing Dan Tikus

Dalam melakukannya maka para pemain akan dijadikan dua kelompok,salah satu kelompok membuat lingkaran sambil berpegangan tangan,sedangkan kelompok yang lainya tertangkapmaka harus menjadi kucing dan yang tadi menjadi kucing tertuka menjadi tikus.

3.      Permainan Gobak Sodor (Galasin)

Kegiatan bermain pada zaman dahulu gobak sodor sering juga disebut permainan galasin atua permainan hadang.Permainan ini termaksud salah satu permainan tradisional. Kegiatan bermain pada zaman dahulu ini dimainkan oleh dua regu yang masing-masing regu terdiri dari lima orang pemain.

4.      permainan Hijau-Hitam

Tujuan : Melatih kecepatan berlari dan beraks

Cara bermain

Buatlah barisan yang saling menghadap, Jika suara tanda permainan sudah mulai dibunyikan, jika guru menyebut hijau, kelompak hijau harus berlari menuju garis bebas. Kemudian untuk kelompok hitam harus menangkap kelompok hijau yang sedang berusaha menuju garis bebas, dan demikian sebaliknya.

5.      Peluang Pulang Kerumah Dengan Cepat

Tujuan : Melatih kecepatan lari dan beraksi

Cara bermain

Cara melakukannya adalah membuat 4 barisan, kemudian tentukan setiap sudut menjadi rumah mereka, peserta berkeliling pada lingkaran yang telah ditentukan. Apabila tanda sudah dimulai maka seluruh regu harus berlari menuju rumah yang telahditentukan. Pemenangnya adalah kelompok yang paling cepat kembali kerumahnya.

6.      Permainan Berhadapan Atau Berbelakangan

Tujuan : Melatih kecepatan berlari dan beraksi

Cara bermain

Untuk melakukan permainan ini, maka seorang pemain harus membuat sebuah lingkaran dan bergandengan tangan satu kali bunyi peluit membentuk pasangan tiga orang bergandengan tangan dan berhadapan. Dua kali bunyi peluit berpasangan tiga orang bergandengan tangan dan berbelakangan. Tiga kali bunyi peluit harus jongkok di tempat masing masing. Pemenangannya adalah tiga orang berpasangan bergandeng tangan berbelakangan.

7.      Permainan Melayan

Tujuan : Mengembangankan kecepatan dan kelincahan

Cara bermain

Buatlah lingkaran sebanyak ¾ kelompok. Dalam permainan ini, masing-masing lingkaran harus diisi oleh satu orang nelayan, dan setiap kelompok diberi mana jenis-jenis ikan. Pemain yang menjadi seorang nelayan harus berlari kesana kemari sambil menyebut salah satu nama ikan, contoh lele-lele keluarlah dari persembunyian. Lele berlari menyebar dan nelayan menangkapnya. Nelayan menyentuh lele sambil menghitungnya. Pemenangnya dilihat dari jumlah ikan yang tidak tertangkap.

8.      Permainan Elang dan Ayam

Tujuan : Kemampuan mengejar dan menghindar

Cara bermain

Siswa-siswa berbaris Saling berpeganggan baju satu sama lainnya. Siswa yang berdiri paling depan menjadi induk ayam, yang dibelakangnya menjadi siswa ayam. Sedangkan elang sendiri bebas bergerak menangkap siswa ayam yang paling belakang, induk ayam bergerak dengan posisi tangan dii rentangkan, untuk melindungi siswanya. Siswa ayam yang telah disentuh oleh burung elang keluar dari barisannya sampai habis siswa ayamnya tertangkap.

Manfaat Permainan Tradisional untuk Pendidikan

Permainan tradisional yang ada di Nusantara ini dapat menstimulasi berbagai aspek perkembangan siswa, seperti :

1.      Aspek motorik

Keiatan ini memang bisa melatih daya tahan, daya lentur, sensorimotorik, motorik kasar, motorik halus.

2.      Aspek kognitif

Mampu meningkatkan daya ingat, kreativitas, problem solving, strategi, antisipatif,     pemahaman   kontekstual pada siswa.

3.      Aspek emosi

Mampu mengasah empati, pengendalian diri

4.      Aspek bahasa

Pemahaman konsep-konsep nilai

5.      Aspek sosial

Hal ini dapat dengan mudah melakukan adaptasi, kerjasama, serta mampu dengan mudah melatih kematangan sosial dengan teman sebaya dan meletakkan pondasi untuk melatih keterampilan sosialisasi berlatih peran dengan orang yang lebih dewasa/masyarakat.

6.      Aspek spiritual

Menyadari keterhubungan dengan sesuatu yang bersifat Agung (transcendental).

7.      Aspek ekologis

Memahami pemanfaatan elemen-elemen alam sekitar secara bijaksana.

8.      Aspek nilai-nilai/moral

Mampu memahami dan mengerti dengan baik mengenai nilai-nilai moral yang diwariskan dari generasi terdahulu kepada generasi selanjutnya.

Apabila dipelajari dengan baik dan secara mendalam, maka ada sesuatu yang sangat penting untuk dimengerti didalam kegiatan tersebut yaitu mengandung pesan-pesan moral dengan muatan kearifan lokal (local wisdom) yang luhur dan sangat sayang jika generasi sekarang tidak mengenal. Aktivitas bermain zaman dahulu memang tidah cuma permainan yang mengandung kesenangan semata. Akan tetapi dapat melatih kemampuan motorik siswa, sikap siswa, dan juga ketrampilan siswa. Serta dapat membentuk karakter siswa yang luhur.

Untukm melakukan dan juga menerima sikap perubahan sosial didalam masyrakat kita memang harus bersifat terbuka dan dinamis terhadap perkembangan zaman, perkembangan dunia IT. Perlu diketahui jika status sosial serta perubahannya akan terjadi apabila masyarakat menerima masuknya perubahan itu sendiri, maka dari itu kita perlu yang namanya kesadaran sejak dini untuk menjaga dan melstarikan kebudayaan lokal masyarakat sekitar, jika bukan kita yang menjaga kebudayaan tersebut, siapa lagi dan tidak akan menutup kemungkinan memudarnya permainan tradisional.

Pemanfaatan Permainan Tradisional Sebagai Media Pembelajaran SD

Belajar merupakan suatu proses belajar yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang yang hidup. Kegiatan pembelajaran itu terjadi disebabkan adanya interaksi antara manusia dengan lingkunganya. Maka dari itu, perlu diketahui jika sebuah pembelajaran dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Salah satu tanda bahwa seseorang itu telah belajar merupakan adanya perubahan tingkah laku pada diri orang tersebut yang mungkin terjadi oleh perubahan pada pengetahuan,keterampilan atau sikap. Jika kegiatan dalam pembelajaran itu di selenggarakan secara formal di sekolah-sekolah. Hal ini bertujuan utama untuk mengarahkan perubahan pada diri siswa. Baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan maupun sikap.

Jadi, ketika melaksanakan proses belajar tersebut dipengaruhi oleh  lingkungan yang antara lain yaitu: terdiri atas murid, guru, dan staf sekolah lainnya. Kemudian pembelajaran lainya yaitu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong pembaharuan dalam proses pembelajaran. Bangsa mana yang tidak bangga pada permainan budaya. Karenanya, menggali, melestarikan dan mengembangkan permainan tradisional merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari. Sudah bukan rahasia lagi jika permainan tradisional merupakan salah satu bagian terbesar dalam suatu kerangka yang lebih luas yaitu kebudayaan.

Permainan tempo dulu sebenarnya sangat baik untuk melatih fisik dan mental siswa. Sebab, melalui kegiatan tersebut, maka akan menjadikan para peserta didik dilatih untuk menjadi lebih kreatifitas, ketangkasan, jiwa kepemimpinan, kecerdasan, dan keluasan wawasannya melalui permainan tradisional. Namun sayangnya seiring kemajuan jaman, permainan yang bermanfaat bagi siswa ini mulai ditinggalkan bahkan dilupakan. Para peserta didik lebih tertarik oleh kecanggihan televisi dan video game yang ternyata banyak memberi dampak negatif bagi siswa-siswa, baik dari segi kesehatan, psikologis maupun penurunan konsentrasi dan semangat belajar. Kita sadari atau tidak nilai edukasi yang tersimpan didalamnya, merupakan nilai yang timbul dalam masyrakat itu sendiri.

Nilai edukasi itu sendiri terbentuk , karena masyarakat indonesia cenderung menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan memupuk semangat kerjasama membentuk karakter masyarakat indonesia yang ramah dan terkenal tinggi akan kemauan, melalui permainan/olahraga tradisionalnya. Inti dari aktivitas ini adalah sebenarnya untuk mengembangkan konsep diri (self concept), untuk mengembangkan kreativitas, untuk mengembangkan kopmunikasi, untuk mengembangkan aspek fisik dan motorik, mengembangkan aspek sosial, serta mengasah ketajaman pengindraan, mengembangkan keterampilan olahraga dan menari.

Permainan Tradisonal Sebagai Media Pembelajaran SD

Pemanfaatan suatu permainan dalam sebuah pendidikan sebagai alat bantu pada pembelajaran  merupakan alat yang digunakan untuk membantu mengungkap gejala dan menanamkan konsep  dengan perlakuan (treatment) tertentu. Adapun alat yang digunakan dalam mengungkap gejala dan menanamkan konsep  di sini terbuat dari bahan-bahan yang berasal dari alat taradisional yang dijadikan permainan tardisional siswa dari masa kemasa, yang ada kaitannya dengan pembelajaran. Pada dasarnya bahwa siswa sekolah dasar merupakan dunia bermain yang merupakan kehidupan siswa-siswa, sebagian besar waktunya dihabiskan dengan aktivitas bermain.

Permainan dapat digunakan sebagai media belajar untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan tertentu pada siswa. Karena dalam kegiatan bermain  sebagai suatu kegiatan yang dilakukan dengan mengunakan atau tanpa mengunakan alat yang dapat dapat memberikan informasi, memberikan kesenangan, dan mengembangkan imajinasi siswa. Perlu dipahami jika pembelajaran dengan menerapkan permainan tradisional akan mampu memberikan kesempatan pada siswa untuk mengekspresikan dorongan-dorongan kreatifnya sebagai kesempatan untuk merasakan obyek-obyek dan tantangan untuk menemukan sesuatu dengan cara-cara baru, untuk menemukan penggunaan suatu hal dengan tidak sama, menemukan hubungan yang baru antara satu dengan yang lain.

Harus dipahami juga bahwa belajar dengan permainan memberikan kesempatan pada individu untuk berpikir dan bertindak imajinatif, serta penuh daya khayal yang erat hubungannya dengan perkembangan kreativitas siswa. Ketika menerapkan permainan tradisional sebagai media belajar maka dapat memberikan kenyamanan dan menumbuhkan kreatifitas siswa dalam belajarnya, permainan tersebut lebih diarahkan pada pemahaman konsep dan pemaknaan dibalik permainan tersebut terhadap pembelajaran sesuai dengan topik materi yang ada sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar dalam mencapai prestasi.

Maka dari itu, seorang pendidik diupayakan untuk memafaatkan semua alat (permainan) dalam proses belajar mengajar sehingga kegiatan belajar dapat tercapai dengan baik. Seorang pendidik seharusnya memberikan rangsangan  yang dapat diproses oleh indara. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang dapat disesuaikan pada materi  salah satunya diantaranya yaitu:

1.      Permainan Bola bekelan

Permainan ini merupakan mainan tradisional yang sering dimainkan oleh siswa-siswa perempuan di masa lalu atau sampai sekarang yang dilakukan secara berkelompok, mainan ini juga dapat dijadikan media pembelajaran  mengenai pelajaran gaya gravitasi yang bertujuan untuk mengetahui kecepatan jatuh benda ketika bola bekel dimainkan, hal ini melihat jatuhnya bola bekel yang dilempar keatas. Hal tersebut diakibatkan adanya pengaruh gaya gravitasi. Bola bekel sebagaimana pada gamber  tersebut:

2.      Permainan Parasut

Aktivitas ini adalah suatu mainan siswa-siswa yang dibuat dari bahan-bahan tradisional, mainan ini juga sering dimainkan siswa-siswa usia dini maupun siswa sekolah dasar. Pada mainan ini, secara sederhana dapat dijadikan media pembelajaran .

3.      Permainan Yo-yo

Perlu diketahui bahwa permainan yoyo adalah salah satu permainan yang terbuat dari kayu yang dibentuk dua benjolan sama yang ditengahnya diberi ruang untuk tali sumbu, di mana tergulung tali yang digunakan. Permainan yo-yo merupakan salah satu permainan yang populer di banyak bagian dunia. Walaupun secara umum dianggap permainan siswa-siswa, akan tetapi tidak sedikit orang dewasa yang memiliki kemampuan profesional dalam memainkan yoyo.

Perlu diketahui jika permainan ini merupakan kegiatan yang dimainkan dengan mengaitkan ujung bebas tali pada jari tengah, memegang yo-yo, dan melemparkannya ke bawah dengan gerakan yang mulus. Jadi, ketika tali terulur pada sumbu, efek giroskopik akan terjadi, yang memberikan waktu untuk melakukan beberapa gerakan. Caranya adalah melaluai gerakan pergelangan tangan, yo-yo dapat dikembalikan ke tangan pemain, di mana tali akan kembali tergulung dalam celah sumbu.

4.      Permainan Gasing

Permainan ini merupakan mainan yang bisa berputar pada poros dan berkeseimbangan pada suatu titik. Permainan tradisional ini merupakan salah satu mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Harus dimengerti jika sebagian besar permainan ini terbuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, papan atau bahan-bahan lain. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari bahan  pohon pisang yang sudah kering tetapi ada pula gasing tanpa tali tetapi hanya dengan menggunakan dua tangan.

Melalui media pembelajaran sangatlah membantu dalam upaya efektifitas kegiatan pembelajaran di sekolah, khususnya dengan permainan tradisional sebagai media pembelajaran dapat memberikan solusi bagi siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran  di sekolah, disampaing mudah di buat, efektif, dapat melestarikan permainan tradisional yang sudah punah dikalangan siswa dan nuansa pembelajaran rileks penuh dengan kegiatan bermain sesuai dengan karakteristik kehidupan siswa sekolah dasar.

Permainan Tradisional Sebagai Media Pembelajaran Pada Siswa Sekolah Dasar

Perlu diketahui bahwa beranekaragamnya dari manfaat permaianan bagi proses pembelajaran perlu adanya pelestarian terhadap keutuhan permaianan tersebut. Apabila warian budaya mengenai permainan ini tidak dilestarikan, maka akan sulit bagi siswa-siswa untuk menerima hal yang sama yang dahulu mereka mainkan bahkan yang pernah dimainkan pula oleh ayah, ibu, dan kakek-neneknya. Mengenai proses dari menjalankan pembelajaran dengan memakai media permainan tradisional bisa dikerjakan dengan memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitar.

Dalam hal ini kita bisa mempelajari mengenai contoh dalam permainan gasingan yang terbuat dari kayu, layangan, yoyok, parasut dan-lain-lain. Bagi siswa permainan dapat dijadikan kegiatan yang serius, tetapi mengasyikan. Dengan menerapkan pembelajaran melalui permaianan tradisional, berbagai pekerjaannya dapat terwujud dan permainan dapat dipilih oleh siswa karena menyenangkan bukan untuk memperoleh hadiah atas pujian dan siswa di usia sd adalah masa bermain untuk masa perkembangan selanjutnya, karena dengan bermain siswa pada usia SD ini akan menentukan upaya perkembangannya sesuai dengan apa yang di milikinya.

Ketika melakukan proses pembelajaran maka kehadiran media mempunyai makna yang cukup penting. Sebab melalui aktivitas permainan itu, maka ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Dalam dunia pendidikan, sebuah media merupakan suatu alat bantu apa saja termasuk mainan tradisional yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaran”. Sebuah alat bantu pembelajaran harus meningkatkan motivasi siswa dan merangsang siswa mengingat yang sudah dipelajari dan memberikan rangsangan baru.

Tentang Permainan Tradisional

Perlu dipahami bahwa aktivitas bermain warisan nenek moyang zaman dahulu merupakan suatu simbol dari pengetahuan yang turun temurun dan mempunyai bermacam-macam fungsi atau pesan di baliknya, di mana pada prinsipnya permainan siswa tetap merupakan permainan siswa. Dengan demikian bentuk atau wujudnya tetap menyenangkan dan menggembirakan siswa karena tujuannya sebagai media permainan. Aktivitas pembelajaran dengan bermain yang bisa menumbuhkan dan meningkatkan aspek-aspek psikologis siswa dapat dijadikan sarana belajar sebagai persiapan menuju dunia orang dewasa.

Aktivitas ini adalah suatun warisan antar generasi yang mempunyai makna simbolis di balik gerakan, ucapan, maupun alat-alat yang digunakan. Pesan-pesan tersebut bermanfaat bagi perkembangan kognitif, emosi dan sosial siswa sebagai persiapan atau sarana belajar menuju kehidupan di masa dewasa. Cepatnya pertumbuhan dan perkembangan permainan elektronik membuat posisi permainan tradisional semakin tergerus dan nyaris tak dikenal. Melihat adanya fakta itu maka butuh sebuah usaha-usaha dari banyak pihak untuk mengatur dan melestarikan keberadaannya melalui pembelajaran ulang pada generasi sekarang melalui proses modifikasi yang disesuaikan dengan kondisi sekarang. Oleh karena itu, bahwa permainan tradisional disini adalah permainan siswa-siswa dari bahan sederhana sesuai aspek budaya dalam kehidupan masyarakat. 

Selain itu, aktivitas bermain zaman dahulu ini juga dikenal sebagai sebuah kegiatan rekreatif yang bukan cuma bertujuan untuk menghibur diri, tetapi juga sebagai alat untuk memelihara hubungan dan kenyamanan sosial. Mengenai permasalahan ini, bermain yang diterapkan dalam pembelajaran merupakan alat bagi siswa untuk menjelajahi dunianya, dari yang tidak dia ketahui sampai pada yang dia ketahui dan dari yang tidak dapat diperbuatnya, sampai mampu melakukannya. Maka dari itu, aktivitas bermain suatu kebutuhan bagi siswa. Melalui cara menyusun dan merancang pelajaran tertentu untuk dilakukan sambil bermain yang sesui dengan taraf kemampuannya. 

Permainan tradisonal sebagai media pembelajaran

Perlu diketahui jika suatu media yang mempermudah dalam proses pembelajaran adalah bermain (penggunaan media sederhana) pada pembelajaran merupakan alat yang digunakan untuk membantu mengungkap gejala dan menanamkan konsep sains dengan perlakuan (treatment) tertentu. Adapun alat yang digunakan dalam mengungkap gejala dan menanamkan konsep sains di sini terbuat dari bahan-bahan yang berasal dari alat taradisional yang dijadikan permainan tardisional siswa dari masa kemasa, yang ada kaitannya dengan pembelajaran. Pada dasarnya bahwa siswa sekolah dasar merupakan dunia bermain yang merupakan kehidupan siswa-siswa, sebagian besar waktunya dihabiskan dengan aktivitas bermain.

Permainan dapat digunakan sebagai media belajar untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan tertentu pada siswa. Karena dalam kegiatan bermain  sebagai suatu kegiatan yang dilakukan dengan mengunakan atau tanpa mengunakan alat yang dapat dapat memberikan informasi, memberikan kesenangan, dan mengembangkan imajinasi siswa. Dengan permainan juga memberikan kesempatan pada siswa untuk mengekspresikan dorongan-dorongan kreatifnya sebagai kesempatan untuk merasakan obyek-obyek dan tantangan untuk menemukan sesuatu dengan cara-cara baru, untuk menemukan penggunaan suatu hal yang tidak sama, mendapatkan hubungan yang baru antara satu dengan yang lain.

Kemudian pada waktu belajar dengan menerapkan sebuah permainan, maka akan memberikan kesempatan pada individu untuk berpikir dan bertindak imajinatif, serta penuh daya khayal yang erat hubungannya dengan perkembangan kreativitas siswa. Maka dari itu, Sebagai seorang pendidik diusahakan untuk memafaatkan semua alat (permainan) dalam proses belajar mengajar sehingga kegiatan belajar dapat tercapai dengan baik. Seorang pendidik seharusnya menampilkan rangsangan  yang dapat diproses oleh indara. Dalam hal ini, apabila alat indra yang digunakan untuk menerima pelajaran itu banyak, maka semakin besar kemungkinan pengetahuan yang dimengerti dan dipahami.

1.      Media pembelajaran permainan tradisional monopoli

Perlu diketahui bahwa permainan ini merupakan salah satu jenis permainan ketangkasan dalam berstrategi. Dimana karakteristik permainan ini sangat cocok dimainkan oleh siswa-siswa maupun remaja bahkan orang dewasa sekalipun. Jadi, kegiatan bermain ini juga dapat dipakai untuk sebuah media pembelajaran dimana dalam permainan ini berisi tentang strategi, kepemimpinan, ketekunan, kedipsilan dan pengetahuan umum serta keterampilan sosial dengan teman sebaya. Melalui penjelasan ini, maka pemahaman tentang permainan monopoli sebagai media pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru, akademisi, mahasiswa maupun aktivis pendidikan di sekolah maupun dilingkungan sosial lainnya. Dimana permainan monopoli dipilih karena termasuk suatu permainan yang digemari siswa-siswa dan remaja.

2.      Media pembelajaran permainan tradisional dakon

Permainan tradisional ini dapat digunakan dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. Semangat dalam belajar bisa berkembang karena peserta didik merasa senang dengan permainan yang diintegrasikan dalam pembelajaran matematika. Perlu diketahui jika permainan dakon bila diterapkan di pelajaran maka efektif untuk meningkatkan kemampuan berhitung peserta didik sekolah dasar.

3.      Media pembelajaran permainan tradisional pasaran

Peserta didik akan masuk dalam dunia nyata untuk mempelajari penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Dalam permainan pasaran, peserta didik memperagakan proses jual beli seperti pada kondisi pasar yang sebenarnya. Melalui sebuah pengalaman langsung seperti itu, peserta didik akan lebih memahami konsep aritmetika sosial.

4.      Media pembelajaran permainan tradisional engklek

Permainan tradisional ini dapat dimanfaatkan untuk mempelajari konsep luas bangun datar persegi, persegi panjang, dan trapesium. Tidak sedikit permainan di Indonesia yang bisa dimanfaatkan untuk mempelajari konsep matematika. Dengan sebuah permainan tersebut, peserta didik mendapat pengalaman langsung dalam situasi nyata untuk mempelajari suatu kosep matematika.