Pemanfaatan Permainan Tradisional Sebagai Media Pembelajaran SD

Belajar merupakan suatu proses belajar yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang yang hidup. Kegiatan pembelajaran itu terjadi disebabkan adanya interaksi antara manusia dengan lingkunganya. Maka dari itu, perlu diketahui jika sebuah pembelajaran dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Salah satu tanda bahwa seseorang itu telah belajar merupakan adanya perubahan tingkah laku pada diri orang tersebut yang mungkin terjadi oleh perubahan pada pengetahuan,keterampilan atau sikap. Jika kegiatan dalam pembelajaran itu di selenggarakan secara formal di sekolah-sekolah. Hal ini bertujuan utama untuk mengarahkan perubahan pada diri siswa. Baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan maupun sikap.

Jadi, ketika melaksanakan proses belajar tersebut dipengaruhi oleh  lingkungan yang antara lain yaitu: terdiri atas murid, guru, dan staf sekolah lainnya. Kemudian pembelajaran lainya yaitu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong pembaharuan dalam proses pembelajaran. Bangsa mana yang tidak bangga pada permainan budaya. Karenanya, menggali, melestarikan dan mengembangkan permainan tradisional merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari. Sudah bukan rahasia lagi jika permainan tradisional merupakan salah satu bagian terbesar dalam suatu kerangka yang lebih luas yaitu kebudayaan.

Permainan tempo dulu sebenarnya sangat baik untuk melatih fisik dan mental siswa. Sebab, melalui kegiatan tersebut, maka akan menjadikan para peserta didik dilatih untuk menjadi lebih kreatifitas, ketangkasan, jiwa kepemimpinan, kecerdasan, dan keluasan wawasannya melalui permainan tradisional. Namun sayangnya seiring kemajuan jaman, permainan yang bermanfaat bagi siswa ini mulai ditinggalkan bahkan dilupakan. Para peserta didik lebih tertarik oleh kecanggihan televisi dan video game yang ternyata banyak memberi dampak negatif bagi siswa-siswa, baik dari segi kesehatan, psikologis maupun penurunan konsentrasi dan semangat belajar. Kita sadari atau tidak nilai edukasi yang tersimpan didalamnya, merupakan nilai yang timbul dalam masyrakat itu sendiri.

Nilai edukasi itu sendiri terbentuk , karena masyarakat indonesia cenderung menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan memupuk semangat kerjasama membentuk karakter masyarakat indonesia yang ramah dan terkenal tinggi akan kemauan, melalui permainan/olahraga tradisionalnya. Inti dari aktivitas ini adalah sebenarnya untuk mengembangkan konsep diri (self concept), untuk mengembangkan kreativitas, untuk mengembangkan kopmunikasi, untuk mengembangkan aspek fisik dan motorik, mengembangkan aspek sosial, serta mengasah ketajaman pengindraan, mengembangkan keterampilan olahraga dan menari.

Permainan Tradisonal Sebagai Media Pembelajaran SD

Pemanfaatan suatu permainan dalam sebuah pendidikan sebagai alat bantu pada pembelajaran  merupakan alat yang digunakan untuk membantu mengungkap gejala dan menanamkan konsep  dengan perlakuan (treatment) tertentu. Adapun alat yang digunakan dalam mengungkap gejala dan menanamkan konsep  di sini terbuat dari bahan-bahan yang berasal dari alat taradisional yang dijadikan permainan tardisional siswa dari masa kemasa, yang ada kaitannya dengan pembelajaran. Pada dasarnya bahwa siswa sekolah dasar merupakan dunia bermain yang merupakan kehidupan siswa-siswa, sebagian besar waktunya dihabiskan dengan aktivitas bermain.

Permainan dapat digunakan sebagai media belajar untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan tertentu pada siswa. Karena dalam kegiatan bermain  sebagai suatu kegiatan yang dilakukan dengan mengunakan atau tanpa mengunakan alat yang dapat dapat memberikan informasi, memberikan kesenangan, dan mengembangkan imajinasi siswa. Perlu dipahami jika pembelajaran dengan menerapkan permainan tradisional akan mampu memberikan kesempatan pada siswa untuk mengekspresikan dorongan-dorongan kreatifnya sebagai kesempatan untuk merasakan obyek-obyek dan tantangan untuk menemukan sesuatu dengan cara-cara baru, untuk menemukan penggunaan suatu hal dengan tidak sama, menemukan hubungan yang baru antara satu dengan yang lain.

Harus dipahami juga bahwa belajar dengan permainan memberikan kesempatan pada individu untuk berpikir dan bertindak imajinatif, serta penuh daya khayal yang erat hubungannya dengan perkembangan kreativitas siswa. Ketika menerapkan permainan tradisional sebagai media belajar maka dapat memberikan kenyamanan dan menumbuhkan kreatifitas siswa dalam belajarnya, permainan tersebut lebih diarahkan pada pemahaman konsep dan pemaknaan dibalik permainan tersebut terhadap pembelajaran sesuai dengan topik materi yang ada sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar dalam mencapai prestasi.

Maka dari itu, seorang pendidik diupayakan untuk memafaatkan semua alat (permainan) dalam proses belajar mengajar sehingga kegiatan belajar dapat tercapai dengan baik. Seorang pendidik seharusnya memberikan rangsangan  yang dapat diproses oleh indara. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang dapat disesuaikan pada materi  salah satunya diantaranya yaitu:

1.      Permainan Bola bekelan

Permainan ini merupakan mainan tradisional yang sering dimainkan oleh siswa-siswa perempuan di masa lalu atau sampai sekarang yang dilakukan secara berkelompok, mainan ini juga dapat dijadikan media pembelajaran  mengenai pelajaran gaya gravitasi yang bertujuan untuk mengetahui kecepatan jatuh benda ketika bola bekel dimainkan, hal ini melihat jatuhnya bola bekel yang dilempar keatas. Hal tersebut diakibatkan adanya pengaruh gaya gravitasi. Bola bekel sebagaimana pada gamber  tersebut:

2.      Permainan Parasut

Aktivitas ini adalah suatu mainan siswa-siswa yang dibuat dari bahan-bahan tradisional, mainan ini juga sering dimainkan siswa-siswa usia dini maupun siswa sekolah dasar. Pada mainan ini, secara sederhana dapat dijadikan media pembelajaran .

3.      Permainan Yo-yo

Perlu diketahui bahwa permainan yoyo adalah salah satu permainan yang terbuat dari kayu yang dibentuk dua benjolan sama yang ditengahnya diberi ruang untuk tali sumbu, di mana tergulung tali yang digunakan. Permainan yo-yo merupakan salah satu permainan yang populer di banyak bagian dunia. Walaupun secara umum dianggap permainan siswa-siswa, akan tetapi tidak sedikit orang dewasa yang memiliki kemampuan profesional dalam memainkan yoyo.

Perlu diketahui jika permainan ini merupakan kegiatan yang dimainkan dengan mengaitkan ujung bebas tali pada jari tengah, memegang yo-yo, dan melemparkannya ke bawah dengan gerakan yang mulus. Jadi, ketika tali terulur pada sumbu, efek giroskopik akan terjadi, yang memberikan waktu untuk melakukan beberapa gerakan. Caranya adalah melaluai gerakan pergelangan tangan, yo-yo dapat dikembalikan ke tangan pemain, di mana tali akan kembali tergulung dalam celah sumbu.

4.      Permainan Gasing

Permainan ini merupakan mainan yang bisa berputar pada poros dan berkeseimbangan pada suatu titik. Permainan tradisional ini merupakan salah satu mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Harus dimengerti jika sebagian besar permainan ini terbuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, papan atau bahan-bahan lain. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari bahan  pohon pisang yang sudah kering tetapi ada pula gasing tanpa tali tetapi hanya dengan menggunakan dua tangan.

Melalui media pembelajaran sangatlah membantu dalam upaya efektifitas kegiatan pembelajaran di sekolah, khususnya dengan permainan tradisional sebagai media pembelajaran dapat memberikan solusi bagi siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran  di sekolah, disampaing mudah di buat, efektif, dapat melestarikan permainan tradisional yang sudah punah dikalangan siswa dan nuansa pembelajaran rileks penuh dengan kegiatan bermain sesuai dengan karakteristik kehidupan siswa sekolah dasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *