Permainan Tradisional Sebagai Media Pembelajaran Pada Siswa Sekolah Dasar

Perlu diketahui bahwa beranekaragamnya dari manfaat permaianan bagi proses pembelajaran perlu adanya pelestarian terhadap keutuhan permaianan tersebut. Apabila warian budaya mengenai permainan ini tidak dilestarikan, maka akan sulit bagi siswa-siswa untuk menerima hal yang sama yang dahulu mereka mainkan bahkan yang pernah dimainkan pula oleh ayah, ibu, dan kakek-neneknya. Mengenai proses dari menjalankan pembelajaran dengan memakai media permainan tradisional bisa dikerjakan dengan memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitar.

Dalam hal ini kita bisa mempelajari mengenai contoh dalam permainan gasingan yang terbuat dari kayu, layangan, yoyok, parasut dan-lain-lain. Bagi siswa permainan dapat dijadikan kegiatan yang serius, tetapi mengasyikan. Dengan menerapkan pembelajaran melalui permaianan tradisional, berbagai pekerjaannya dapat terwujud dan permainan dapat dipilih oleh siswa karena menyenangkan bukan untuk memperoleh hadiah atas pujian dan siswa di usia sd adalah masa bermain untuk masa perkembangan selanjutnya, karena dengan bermain siswa pada usia SD ini akan menentukan upaya perkembangannya sesuai dengan apa yang di milikinya.

Ketika melakukan proses pembelajaran maka kehadiran media mempunyai makna yang cukup penting. Sebab melalui aktivitas permainan itu, maka ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Dalam dunia pendidikan, sebuah media merupakan suatu alat bantu apa saja termasuk mainan tradisional yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaran”. Sebuah alat bantu pembelajaran harus meningkatkan motivasi siswa dan merangsang siswa mengingat yang sudah dipelajari dan memberikan rangsangan baru.

Tentang Permainan Tradisional

Perlu dipahami bahwa aktivitas bermain warisan nenek moyang zaman dahulu merupakan suatu simbol dari pengetahuan yang turun temurun dan mempunyai bermacam-macam fungsi atau pesan di baliknya, di mana pada prinsipnya permainan siswa tetap merupakan permainan siswa. Dengan demikian bentuk atau wujudnya tetap menyenangkan dan menggembirakan siswa karena tujuannya sebagai media permainan. Aktivitas pembelajaran dengan bermain yang bisa menumbuhkan dan meningkatkan aspek-aspek psikologis siswa dapat dijadikan sarana belajar sebagai persiapan menuju dunia orang dewasa.

Aktivitas ini adalah suatun warisan antar generasi yang mempunyai makna simbolis di balik gerakan, ucapan, maupun alat-alat yang digunakan. Pesan-pesan tersebut bermanfaat bagi perkembangan kognitif, emosi dan sosial siswa sebagai persiapan atau sarana belajar menuju kehidupan di masa dewasa. Cepatnya pertumbuhan dan perkembangan permainan elektronik membuat posisi permainan tradisional semakin tergerus dan nyaris tak dikenal. Melihat adanya fakta itu maka butuh sebuah usaha-usaha dari banyak pihak untuk mengatur dan melestarikan keberadaannya melalui pembelajaran ulang pada generasi sekarang melalui proses modifikasi yang disesuaikan dengan kondisi sekarang. Oleh karena itu, bahwa permainan tradisional disini adalah permainan siswa-siswa dari bahan sederhana sesuai aspek budaya dalam kehidupan masyarakat. 

Selain itu, aktivitas bermain zaman dahulu ini juga dikenal sebagai sebuah kegiatan rekreatif yang bukan cuma bertujuan untuk menghibur diri, tetapi juga sebagai alat untuk memelihara hubungan dan kenyamanan sosial. Mengenai permasalahan ini, bermain yang diterapkan dalam pembelajaran merupakan alat bagi siswa untuk menjelajahi dunianya, dari yang tidak dia ketahui sampai pada yang dia ketahui dan dari yang tidak dapat diperbuatnya, sampai mampu melakukannya. Maka dari itu, aktivitas bermain suatu kebutuhan bagi siswa. Melalui cara menyusun dan merancang pelajaran tertentu untuk dilakukan sambil bermain yang sesui dengan taraf kemampuannya. 

Permainan tradisonal sebagai media pembelajaran

Perlu diketahui jika suatu media yang mempermudah dalam proses pembelajaran adalah bermain (penggunaan media sederhana) pada pembelajaran merupakan alat yang digunakan untuk membantu mengungkap gejala dan menanamkan konsep sains dengan perlakuan (treatment) tertentu. Adapun alat yang digunakan dalam mengungkap gejala dan menanamkan konsep sains di sini terbuat dari bahan-bahan yang berasal dari alat taradisional yang dijadikan permainan tardisional siswa dari masa kemasa, yang ada kaitannya dengan pembelajaran. Pada dasarnya bahwa siswa sekolah dasar merupakan dunia bermain yang merupakan kehidupan siswa-siswa, sebagian besar waktunya dihabiskan dengan aktivitas bermain.

Permainan dapat digunakan sebagai media belajar untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan tertentu pada siswa. Karena dalam kegiatan bermain  sebagai suatu kegiatan yang dilakukan dengan mengunakan atau tanpa mengunakan alat yang dapat dapat memberikan informasi, memberikan kesenangan, dan mengembangkan imajinasi siswa. Dengan permainan juga memberikan kesempatan pada siswa untuk mengekspresikan dorongan-dorongan kreatifnya sebagai kesempatan untuk merasakan obyek-obyek dan tantangan untuk menemukan sesuatu dengan cara-cara baru, untuk menemukan penggunaan suatu hal yang tidak sama, mendapatkan hubungan yang baru antara satu dengan yang lain.

Kemudian pada waktu belajar dengan menerapkan sebuah permainan, maka akan memberikan kesempatan pada individu untuk berpikir dan bertindak imajinatif, serta penuh daya khayal yang erat hubungannya dengan perkembangan kreativitas siswa. Maka dari itu, Sebagai seorang pendidik diusahakan untuk memafaatkan semua alat (permainan) dalam proses belajar mengajar sehingga kegiatan belajar dapat tercapai dengan baik. Seorang pendidik seharusnya menampilkan rangsangan  yang dapat diproses oleh indara. Dalam hal ini, apabila alat indra yang digunakan untuk menerima pelajaran itu banyak, maka semakin besar kemungkinan pengetahuan yang dimengerti dan dipahami.

1.      Media pembelajaran permainan tradisional monopoli

Perlu diketahui bahwa permainan ini merupakan salah satu jenis permainan ketangkasan dalam berstrategi. Dimana karakteristik permainan ini sangat cocok dimainkan oleh siswa-siswa maupun remaja bahkan orang dewasa sekalipun. Jadi, kegiatan bermain ini juga dapat dipakai untuk sebuah media pembelajaran dimana dalam permainan ini berisi tentang strategi, kepemimpinan, ketekunan, kedipsilan dan pengetahuan umum serta keterampilan sosial dengan teman sebaya. Melalui penjelasan ini, maka pemahaman tentang permainan monopoli sebagai media pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru, akademisi, mahasiswa maupun aktivis pendidikan di sekolah maupun dilingkungan sosial lainnya. Dimana permainan monopoli dipilih karena termasuk suatu permainan yang digemari siswa-siswa dan remaja.

2.      Media pembelajaran permainan tradisional dakon

Permainan tradisional ini dapat digunakan dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. Semangat dalam belajar bisa berkembang karena peserta didik merasa senang dengan permainan yang diintegrasikan dalam pembelajaran matematika. Perlu diketahui jika permainan dakon bila diterapkan di pelajaran maka efektif untuk meningkatkan kemampuan berhitung peserta didik sekolah dasar.

3.      Media pembelajaran permainan tradisional pasaran

Peserta didik akan masuk dalam dunia nyata untuk mempelajari penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Dalam permainan pasaran, peserta didik memperagakan proses jual beli seperti pada kondisi pasar yang sebenarnya. Melalui sebuah pengalaman langsung seperti itu, peserta didik akan lebih memahami konsep aritmetika sosial.

4.      Media pembelajaran permainan tradisional engklek

Permainan tradisional ini dapat dimanfaatkan untuk mempelajari konsep luas bangun datar persegi, persegi panjang, dan trapesium. Tidak sedikit permainan di Indonesia yang bisa dimanfaatkan untuk mempelajari konsep matematika. Dengan sebuah permainan tersebut, peserta didik mendapat pengalaman langsung dalam situasi nyata untuk mempelajari suatu kosep matematika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *